Rabu, 08 Februari 2017

Sapa Temen Bakal Tinemu



“Adek merasa seperti sedang main monopoli yang kalah”, tuturku.

Ya, aq sempat merasa begitu beberapa bulan yang lalu. Tau permainan monopoli kan? Itu loh, mainan yang pake dadu, terus tugas kita beli-beli tanah dan bangun rumah/hotel di atasnya. Nanti siapa pun yang paling banyak hartanya, dia yang menang. Nah, pada pernah ngerasain kalah kan? Itu loh, yang tiap kali kita ngocok dadu jatuhnya ke tanah pemain lawan yang biaya sewanya gede mulu, udah gitu pas cabut kartu ‘kesempatan’ kita dapetnya kartu denda ato masuk penjara. Haha.. Nah, kurang lebih itu lah yang aku rasakan, kok ya perasaan tiap ‘ngocok dadu’ alias tiap bentar ada aja cobaanya. Yang mana pada akhirnya cobaan-cobaan itu mau nggak mau menyerang tabungan keluarga kami. Alias duit lagi, duit lagi.. 

Well, kalimat di atas adalah kalimat yang aq lontarkan kepada suamiku. Kalimat itu menjadi pembuka diskusi panjang lebar kami di tempat makan yang hiruk pikuk pada sebuah mall di malam itu. Setelah aq menjelaskan apa yang aq maksud pada suamiku, Beliau menjawab,