Kamis, 19 Januari 2017

With bakmi mewah, we got the winner !





Aku pecinta mi.  Bagaimana denganmu? Teksturnya yang sedikit kenyal dan asik untuk dikunyah, ukuranya yang panjang dan pelengkapnya berupa bumbu atau kuah kaldu yang pas merupakan berbagai alasan pembenaran ketergantunganku pada mi.  Ketika perut lapar di sore hari yang hujan, tetapi makan nasi terasa terlalu berat, maka aku akan bahagia menyeruput mi dari kuah kaldu yang hangat dan mengeluarkan aroma yang khas. Ketika hari cukup panas, maka aku akan menikmati mi goreng tanpa kuah yang diselimuti bumbu racikan yang pas dilidah. Apalagi yang bisa membuat perut hangat dan nyaman seketika kalau bukan mi?

Salah satu hasil olahan mi yang paling aku sukai adalah bakmi. Bisakah kamu membayangkan semangkuk bakmi di hadapanmu sekarang? Aku bisa, soalnya lagi laper.. hoho.. Bakmi, makanan comfort food yang terdiri dari perpaduan ayam dan mi yang pas. Bakmi yang muncul di kepalaku adalah semangkuk mi yang kenyal dan hangat, ayam suir berbalut bumbu berwarna kecoklatan yang menguarkan aroma yang khas, yang dibubuhi sedikit sambel pedes dan potongan daun bawang. Lengkapi bayangan itu dengan segelas teh es, dan perut pun keroncongan sudah. :p

Sayangnya, aku nggak selalu bisa beli bakmi ke restauran atau abang tukang bakmi langganan. Mengapa? Karena aku punya anak kecil yang lagi lasak-lasaknya, sehingga pergi keluar buat makan bakmi sering-sering terasa begitu merepotkan. Bisa-bisa energy habis duluan karena harus buntutin anak 3 tahun yang nggak bisa diem. Apa daya, aku harus bersabar dengan mi instan ketika rasa kangen makan bakmi muncul (Uh! Itu pengorbanan mama untukmu nak..hoho).  

Sejauh ini, bakmi buatan abang langganan masih jauh lebih enak dibandingkan berbagai merek mi instan yang udah kucoba. Hingga disuatu hari yang cerah aku berkenalan dengan si item (bukan mi-nya tapi bungkusnya), bakmi mewah. Sebenarnya, ketika aku membelinya aku sedikit under estimate. Aku nggak percaya dengan kalimat ‘dengan ayam asli’ yang tertera dibungkusnya. “Masa sih beneran pake ayam?”, begitu pikirku. Tapi, karena penasaran, kucoba juga sebungkus. 

yang di gambar bungkusan sama dengan yang ditemuin di dalam
Dan setelah aku mencicipinya, Wuaaah…! Aku jatuh cinta pada keseimbangan rasa yang dimiliki oleh bakmi mewah.  Bakmi mewah benar-benar dilengkapi dengan daging ayam asli yang dipadukan dengan jamur yang sudah dimasak berbumbu dalam jumlah yang cukup ‘royal’ untuk kategori makanan instan. Ketika aku selesai memasak bakmi Mewah, aroma perpaduan minyak wijen dan ayamnya langsung menguar dan menantang indra penciuman. Yang pertama-tama aku cicipi tentu saja ayam toppingnya ini. Rasa ayamnya ringan tapi kaya akan bumbu, tidak dibumbui oleh rasa asin MSG yang gengges (yang bikin haus kalo habis dimakan itu loh), gurih dan pas di lidah. Bumbu tambahan yang disediakan menambah kenikmatan perpaduan rasa tanpa berlebihan menyerang tenggorokan.  Angkat jempol deh untuk resep magic buatan bakmi mewah. 

Lalu bagaimana dengan mi-nya? Mi yang digunakan bakmi mewah tipis, lembut tapi tidak gampang putus, memiliki tekstur yang kenyal dan memuaskan untuk dikunyah.  Slurp..sluuurp.. Asik untuk diseruput banyak-banyak ke dalam mulut. Terus, ada nggak kekuranganya bakmi Mewah? Hm.. mari kita cek, mi yang lezat, bumbu ayam yang simpel sekaligus kompleks, daging yang royal dan lembut, jamur yang kenyal dan matang dengan baik, sayuran kering, dan bumbu tambahan yang alami, aromanya yang menggoda... Maaf! Tapi aku tidak bisa menemukan kekurangan bakmi mewah. Semua elemen yang ada bergabung dengan begitu baik dan harmoni ini menghasilkan pengalaman makan bakmi yang memuaskan. 

kemewahan bakmi mewah


Ketika aku selesai menandaskan porsi bakmi mewah pertamaku, aku tersadar bahwa aku baru saja menikmati bakmi enak berkualitas restauran di rumah. Yang bikin aku tambah takjub, cuma perlu 2,5 menit untuk menyiapkanya dan hanya dengan menggunakan daster pula! Oh well, with bakmi mewah, we got the winner! 

ditambah sambal biar makin pedesss!


(Ps : jadi ngarep Mayora ngeluarin versi bakmi kuahnya.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar