Rabu, 03 Agustus 2016

Having Fun with Cetakan Kue Lumpur



Rupanya udah lama sekali aq nggak update blog ini, salah satu alasanya adalah karena selama bulan Ramadhan aq disibukan dengan hal lain (baca: tidur sesiangan). Eh, rupanya sampai lewat Bulan Syawal ini blog masih nggak terupdate juga. Nah, aku memutuskan untuk kembali konsisten menulis, hanya saja berhubung aq memutuskan suatu rencana lain, maka aq mengurangi waktu menulisku menjadi 15 menit sehari. Ups!

Nah, kali ini aku mau share tentang mainan baruku yang menyenangkan yaitu, cetakan kue lumpur. Aku beberapa kali ngiler dengan resep yang memerlukan cetakan kue lumpur, jadi aq senang sekali waktu menemukanya di suatu hari yang cerah di pasar yang becek. Harganya murah, kalo nggak salah sekitar 30ribu. Tapi rupanya membuat kue dengan cetakan ini memiliki keasikan tersendiri. Sungguh menyenangkan  untuk menuang adonan, memandangi adonan yang perlahan-lahan masak, lalu mengangkat kue berbentuk mangkuk kecil yang masih mengepulkan asap. Itu, adalah kesibukan kecil yang menyenangkan.

Sebenarnya cetakan kue lumpur nggak cuma bisa dipakai untuk bikin kue lumpur. Aku bahkan belum pernah membuat kue lumpur dengan cetakan ini, karena aku justru nggak terlalu ngiler ngeliat resep kue lumpur. Haha! Jadi aq bikin apa donk? Macem-macem. Tapi kali ini aq mau ngeshare dua resep kue yang berhasil kupotret dengan baik. Yah, apa boleh buat, berhubung sekarang si Bagas semakin kepo, jadilah aq sering gagal mengambil gambar kue yang cantik. Jadi ini dia, resep bika ambon mini dan kue cubit:

-Bika Ambon Mini:

bika ambon mini

Ini adalah kue yang paling cepat habis diantara kue yang pernah aq bikin. Selesai dimasak sore, sebelum Isya udah habis. Padahal kami makan bertiga, tapi si Bagas antusias banget makan kue ini. Aq bikinya sih memang cuma ½ adonan, tapi hasilnya lumayan banyak. Jadi menurut aku cukup amazing kue sebanyak itu habis dalam sekejab. Nah, karena dia antusias makan, aku bikin lagi resep bika ambon  ini untuk kedua kalinya. Eh, pas percobaan kedua hasilnya kurang memuaskan. Aq kasih raginya kebanyakan jadi rasa kuenya asam. Haha… Tapi kue ini memang enak loh, aq aja suka padahal biasanya aq nggak terlalu suka kue bika ambon. Nah ini dia resepnya, satu resep untuk 90 buah (kalo pake cetakan poffertjes), sumber tabloid saji :

yg dibelakang g berhenti makan :)


Bahan biang:
·         Terigu 100gr
·         Air 125 ml
·         Ragi instan 1 bungkus
Bahan:
·         Santan dari satu butir kelapa 300 ml (aq pake santan instan)
·         Daun jeruk disobek-sobek 20 lebar (yg ini aq skip)
·         Serai dimemarkan 2 batang
·         Daun pandan diikat, 2 lembar
·         Garam 2 sdt
·         Gula pasir 350 gram
·         Tepung sagu 200 gr
·         Tepung ketan putih 50 gr
·         Telur 7 butir

Bahan taburan:
·         Kenari dicincang kasar 100 gr (aq ganti dengan choco chip)


Cara membuat:
·         Panaskan cetakan sambil diisi kelapa parut sampai berminyak, buang kelapanya. (aq oles margarin aja..hoho)
·         Aduk rata bahan biang. Diamkan 15 menit.
·         Rebus: santan, daun jeruk, serai, daun pandan, garam,dan gula sambil diaduk sampai mendidih. Saring dan ukur 475 ml.
·         Aduk tepung sagu, tepung ketan putih, dan bahan biang sampai rata. Tambahkan telur satu per satu sambil dikocok perlahan.
·         Masukan rebusan santan hangat sedikit-sedikit sambil dikocok dengan kecepatan rendah. Diamkan 2 jam.
·         Tuang ke dalam cetakan poffertjes (aq pakai cetakan kue lumpur) yg sudah dipanaskan. Biarkan sampai berlubang-lubang. Tabur choco chip. Tutup. Biarkan sampai matang. 

-Kue Cubit:




Menurut aq sih, kue ini biasa aja, jadi aq pribadi rada males mau bikin lagi. Tapi bikinya tergolong simple. Yang penting pastikan telur mengembang biar kue nggak bantat. Nah ini dia resepnya:

Bahan:
·         Telur 2 butir
·         Gula pasir 75 gr
·         Garam ½ sdt
·         Terigu 125 gr
·         Tepung sagu 1 sdm
·         Baking powder ½ sdt
·         Susu cair 100 ml
·         Margarin, lelehkan 2 sdm
·         Choco chip secukupnya

Cara:
·         Kocok telur, gula, garam sampai mengembang. Tambahkan terigu, tepung sagu, dan baking powder bergantian dengan susu cair sambil diayak dan dikocok perlahan. Masukan margarin. Aduk rata.
·         Tuang adonan ke dalam cetakan kue yang sudah dipanaskan dan dioles margarin. Taburkan choco chip.
·         Tutup dan biarkan  sampai matang.



Nah, itu dia sebagian hasil kue dari kegiatanku bersenang-senang dengan cetakan kue lumpur. Monggo dikeluarin cetakanya yang udah berdebu di lemari, have fun!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar