Minggu, 29 November 2015

Special Jewelry From Orori



 Sebuah perhiasan yang special adalah perhiasan yang sanggup membangkitkan suatu kenangan atau melekat dengan orang/moment penting di hidup kita. Karena itu, saya berkeinginan untuk memiliki sebuah kalung dengan huruf inisial nama saya dan suami. Tetapi saya menginginkan bentuk huruf yang unik sehingga tidak terlihat pasaran. 

Setelah browsing di internet, saya merasa tertarik dengan pendant berbentuk huruf yang dijual di  Orori. Sebuh toko online  yang tak hanya menjual perhiasan emas biasa, tapi juga berlian bersertifikat  dengan kualitas yang baik. Desain pendant huruf Orori sungguh unik karena mengikuti beberapa jenis font yang ada di komputer. Saya membutuhkan pendant huruf F dan N serta beberapa pendant lain yang berfungsi sebagai pemanis kalung saya. 

Di antara koleksi pendant Orori, saya merasa tertarik dengan bandul huruf F Times New Roman dan huruf N Harrington serta beberapa buah pendant berbentuk bulat. Huruf F Times New Roman memiliki kesan yang simple serta clean, sedangkan huruf N Harrington memiiki lengkungan yang terkesan fancy.



Jumat, 27 November 2015

These Happy Golden Years


Ada beberapa buku yang saya baca lagi, lagi, dan lagi tanpa pernah merasa bosan. Diantara buku-buku tersebut, salah satu judul terfavorit saya adalah Tahun-Tahun Bahagia atau These Happy Golden Years (versi  Amerika) karangan Laura Ingalls Wilder. Buku ini merupakan salah satu judul dari seri Little House yang merupakan buku klasik Amerika, yang masih terkenal  hingga saat ini. These Happy Golden Years pertama kali diterbitkan pada tahun 1943, yang menceritakan kisah hidup penulis sendiri  saat ia masih seusia gadis remaja, sekitar tahun 1885. Yup! buku ini menceritakan perjalanan kehidupan manusia 130 tahun yang lalu, benar-benar sebuah kisah klasik bukan?


Seri little house mungkin dapat dikatakan buku klasik yang terpopuler hingga saat ini. Seri ini telah dicetak ulang beberapa kali dan memenangkan award nyaris disetiap judulnya.  Seri Little House juga  diangkat menjadi beberapa acara televisi dan kartun animasi, salah satunya berjudul Little House On The Prairie  pada tahun 1974. Acara televisi ini disambut dengan antusias oleh masyarakat, dan bertahan di layar kaca selama 10 tahun. Hal ini menjadikan Seri Little House dikenal dan diminati dari generasi ke generasi. Bahkan rumah-rumah yang pernah ditempati Laura Ingalls semasa hidupnya masih dirawat dan dijadikan museum yang dapat dikunjungi oleh pecinta serial Little House.

Selasa, 03 November 2015

Instagram oh Instagram

Saya punya nyaris semua social media, meskipun saya tidak menggunakanya untuk bersosialisasi. Saya bersosmed untuk kepentingan pribadi, seperti syarat ikutan lomba, hehe.. Salah satu sosmed favorit saya adalah instagram. Walaupun saya nggak upload foto kesana, tapi sebenarnya saya cukup sering buka sosmed yg satu ini. Ngapain donk? Stalker ya? Yah, kurang lebih begitu. Awalnya saya ngikutin akun-akun ig para baking chef, fotografer yg kerjaanya menang kontes mulu (asli bikin sirik), sama food blogger (yg postinganya bikin ngiler terus). Tujuanya sih belajar dari mereka, dan melatih mata untuk membuat standar kualitas mutu. Lumayan positifkan kegiatan stalker ane? Hehe.. 



Awalnya sih begitu. Tapi lama-lama saya malahan kepoin ig selebritis, apalagi ‘diva’ yg kemarin bales-balesan caption sama anaknya (eh!). Terus saya juga kepoin ig artis ftv yg banyak hatersnya itu. Malahan para hatersnya bikin akun khusus buat ngejek si artis ini. Saya sih sebenarnya nggak benci loh sama doi, tapi caption di akun haters itu lucu n bikin ngakak. Jadilah saya kepoin juga. 

contoh caption ig haters yg bikin ngakak
 

Lama-lama saya menyadari bahwa saya lebih sering kepoin ig artez daripada ig yg lainya. Kalo lagi iseng, langsung deh cek ig. Ternyata membentuk kebiasaan buruk itu gampang banget ya? Padahal saya gagal terus membentuk kebiasaan bangun jam 4 pagi. Hiks!

Menyadari bahwa saya perlu menghentikan kebiasaan kurang baik ini, saya pun bertanya ke diri sendiri mengenai motivsi saya ngecekin ig artis, kurang lebih gini dialognya:
Aq : sebenernya kenapa sih ngecek ig artis itu menyenangkan buat saya?
Saya :Karena foto-foto mereka menarik.
Aq: Apanya yg menarik, dan mengapa cuma ngecek ig artis tertentu yg banyak dramanya aja?
Saya : Karena membahas drama hidup mereka menarik. Acara infotaiment laku karena alasan yg sama toh?
Aq: Mengapa drama hidup mereka menarik?
Saya : Karena saya senang menertawakan kekonyolan sikap/pola pikir mereka
Aq: Mengapa senang menertawakan hidup orang lain? Jawab yg jujur!
Saya : Entahlah, itu hiburan tersendiri buat saya dan terkadang membuat saya merasa lebih baik mengenai diri saya sendiri.
Aq : Oh, jadi kamu meningkatkan ego kamu sendiri dengan keburukan orang lain?



Bam! Fakta itu menyentak saya. How pathetic am i ? Ah, saya jadi teringat dengan salah satu artikel mengenai hati yg bening. Salah satu tanda seseorang memiliki hati yg bening adalah selalu mengharapkan kebaikan bagi orang lain. Sebaliknya, hati yg berpenyakit adalah hati yg senang dengan keburukan orang lain. Pertanyaanya, jika saya bisa melihat kondisi hati saya, berwarna apakah dia? Apakah ia dipenuhi dengan noda hitam atau malahan hitam legam? Padahal nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah berkata:

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Sayapun merenung mengenai dosa yg berlipat-lipat hanya gara-gara ngecekin ig artis : pertama saya mengorek-ngorek kelemahan orang lain , kedua saya merasa bahwa saya lebih baik dari si artis itu, ketiga saya membuang-buang waktu pada perkara yg sangat tidak bermanfaat sama sekali. Padahal, salah satu bentuk iman adalah meninggalkan perkara yg tidak penting bagi dirinya seperti pada hadist berikut:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dia berkata: “Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya’.” [Hadits hasan. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan selainnya seperti itu]

Saya pun merenung, masa cuma untuk refreshing mata 10 menit aja, dosanya udah bejibun gini? Rugi amat! Mungkin hal ini terkesan sepele ya, tapi ancamanya dalam Islam nggak sepele sama sekali! Saya merasa harus menghentikan kebiasaan  buruk ini, saya percaya kualitas seseorang dapat dinilai dari kebiasaanya.  Saya pun mencoba ngerem jempol saya sebelum buka ig dan mencoba untuk fokus pada akun yg positif dan bermanfaat aja.  Doain semoga saya bisa konsisten ya!


Minggu, 01 November 2015

Bolu Kukus Mekar Rasa Kopi



Salah satu kue yg Bagas kenceng makanya adalah bolu kukus mekar. Mungkin karena kue ini nggak bikin eneg ya, jadi dia bisa makan 2 biji sekaligus. Hehe... pokoknya dibanding kue-kue lain, Bagas lebih antusias kalau liat kue ini. So, dalam rangka edisi sayang anak, aq memutuskan untuk teratur bikin bolu kukus mekar. Rencananya sekali 2 minggu aq akan nyobain berbagai resep bolu kukus mekar, kan jenisnya banyak banget tuh, semoga pembaca nggak pada bosen ya.. hihi..

Tanggal 29 Oktober kemarin, aq memulai eksekusi rencanaku. Aq nyobain bolu kukus kopi, resepnya aq lupa catet darimana soalnya udah lama sih. Dan ini dia hasilnya, aq emang nggak kasih pewarna jadi warnanya putih kelabu gitu:

bolu kukus mekar kopi