Senin, 01 Desember 2014

Mimpi Rumah Mutiara

Saya punya rahasia pribadi mengenai menjadi istri yang baik. Kenapa rahasia? Karena menurut saya hal yang saya lakukan ini cukup konyol, jadi saya malu ceritain ke orang lain. Tapi demi mukena lukis (eaaaaa) saya kasih tau deh disini. Jadi, saya punya sebuah gelang  mutiara yang saya pakai setiap hari, untuk menjadi istri yang baik. Lah hubunganya apa? 
Begini ceritanya, beberapa bulan lalu saya mendengarkan ceramah lewat radio. Nah, ustad mengatakan bahwa Khadijah radiAllahu anha sebelum meninggal sudah dijanjikan akan memiliki rumah yang terbuat dari mutiara lonjong di surga. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah:
Jibril datang kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Al-Bukhari).
“Wow! Allah dan malaikat Jibril mengirim salam untuk Khadijah”, pikirku. Lalu, ustad pun melanjutkan ceramahnya, dengan menjelaskan salah satu alasan Khadijah radiAllahu anha dibangunkan rumah dari mutiara di surga. Mau tau kenapa?
Karena Khadijah radiAllahu anha tidak pernah meninggikan suaranya dihadapan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan tidak pernah membuat beliau bersedih. 
Terhenyaklah saya mendengar penjelasan ustad. Saya pun mulai mengingat napak tilas perjalanan rumah tangga saya yang baru berjalan 1 tahunan. Jangankan rumah dari mutiara, rumah dari triplek aja nggak pantes buat saya. Hehe.. saya pun mulai berpikir, gimana caranya ya supaya saya bisa merubah sikap saya. Kan saya kepengen juga punya rumah di surga. Akhirnya saya memutuskan untuk memesan sebuah gelang mutiara air tawar dari lombok (karena mutiara air laut mahal buat saya). Gelang itu saya pakai setiap hari. Terus fungsinya untuk apa? Sebagai alat motivasi. Jadi, setiap kali suami saya melakukan sesuatu yang hampir-hampir bikin saya ‘mengangkat suara’, saya memandang gelang di tangan saya dan bilang ke diri sendiri “rumah mutiara di surga, rumah mutiara di surga’.J

gelang mutiara motivasiku

 Apakah cara saya ini berhasil? Terkadang sih gelang ini cukup berhasil meredam emosi saya, tapi kalau udah kesel banget justru gelangnya saya pakai untuk nyambit suami. Haha..nggaklah, bisa rusak gelang mutiara kesayangan saya (eh!). Tapi saya harus menekankan bahwa gelang ini bukan jimat dan tidak memiliki kekuatan apapun. Cuma self reminder bahwa kalau gelang mutiara di dunia aja bagus, apalagi rumah mutiara di surga!
Nah, itu salah satu cara saya untuk menjadi istri yang baik. Disamping itu saya berusaha untuk terus meluruskan niat. Bahwa saya melakukan suatu kebaikan entah itu untuk suami atau siapa pun untuk mengharapkan Ridho Allah Azza wa jalla semata. Artinya, kalau saya udah capek-capek masak dan dandan spesial, terus suami nggak nyadar, saya berusaha untuk tidak merajuk dah ngasih suami punggung (teorinya sih begitu). Wajar sih kalau manusia senang diapresiasi atas apa yang telah dikerjakan, tapi apresiasinya Allah pasti lebih baik lagi kan?
(ps: jangan kasih tau suami saya ya soal gelang ini, ntar doi besar kepala lagi)