Jumat, 27 Juni 2014

puasa tahun ini

Besok puasa. Insya Allah tahun ini aq puasa. Dan puasa tahun ini aq akan menjalaninya dgn berbeda. Bulan Ramadhan tahun ini aku memutuskan pure utk ibadah. Artinya, aq tidak akan melakukan kegiatan apapun selain ibadah dan mengerjakan tugas IRT. Tidak buka FB atau situs apapun selain situs Islam, tidak baca apapun selain buku agama, tidak nonton tv/youtube, tidak nulis blog/lomba nulis lainya, tidak ngemall/jalan jalan gak jelas, dan tidak ngurusin bisnis (bahkan mungkin g nyoblos pilpres, hehe...). Ekstrim? Ah nggak juga. Toh sebagai wanita, aq cuma puasa 3 minggu (3 minggu dari setahun waktu yg diberi oleh Allah itu cuma sekitar 5% doang). Alasan aq memilih untuk menonaktifkan semua perkara gak penting diatas, karena:
 1.  Tahun depan belum tentu aq ketemu Ramadhan lg.
Aq gak lg sakit keras kok, cuma umur kan gak ada yg tau. Siapa tw ini beneran puasa terakhirku. Intinya, manfaatin kesempatan yg masih dikasih sm Allah.
2. Hadist nabi Muhammad:
Dari Ka’ab bin Ujrah RA. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Malaikat Jibril datang kepadaku dan berkata: Merugi dan terhinalah orang yang namamu (Muhammad SAW) disebutkan di sisinya namun ia tidak mengucapkan shalawat kepadamu. Merugi dan terhinalah seseorang yang memasuki bulan Ramadhan kemudian bulan itu habis namun ia tidak mendapat ampunan Allah. Merugi dan terhinalah seseorang yang mendapati masa tua kedua orang tuanya, namun keduanya tidak memasukkannya ke surga (karena ia tidak berbakti kepada keduanya).” (HR. Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ath-Thabarani, Al-Baihaqi, dan Adh-Dhiya’ Al-Maqdisi, seluruh perawinya tsiqah dan hadits ini memiliki banyak hadits penguat)
Bulan Puasa itu ibarat toko yg lagi ngadain promo buy one get two untuk semua barang. Dan kalo kita rela ngantri dan dempet2an di toko yg lg diskon gede, untuk dapetin brg yg g seberapa, knp kita gak rela berupaya utk imbalan yg dijanjikan oleh Allah dibulan Ramadhan. Rugi banget kalo waktu yg ada disia2in buat perkara g berguna.
3.  Pengen benerin fokus n ‘nyuci’ hati
Aq menyadari bahwa aq mencintai dunia. Lebih daripada sebagaimana seorang muslim seharusnya memandang dunia. Aq berharap, dgn sejenak berhenti mengejar dunia, hatiku tidak terpaut lg dgn urusan dunia. Aq mau mengembalikan fokusku dan menautkan hatiku kpd tempat seharusnya.

Mungkin kesanya lebay, tapi apa yg aq lakukan Insya Allah ada dan benar landasanya.

Semoga apa yg aq rencanain bisa terlaksana dgn baik  dan semoga kita termasuk dalam kelompok pemenang pada bulan Syawal.

Selamat menjalankan ibadah puasa J


Sabtu, 21 Juni 2014

Asik-Asik Di Pekanbaru dengan Rp 50.000

Musim liburan..musim liburan..mau kemana y asiknya? Budget liburanya ada nggak? Biaya liburankan lumayan bikin lu manyun..hehe.. Tulisan saya berikut akan memberikan secercah harapan buat yang pengen asik-asik tapi dengan modal minim banget. Seberapa minimnya yang saya maksud ? Cukup dengan Rp 50.000 saudara-saudara! Kok bisa? Ya bisalah, kalau kamu tinggal di Pekanbaru, kamu bisa bersenang-senang seharian cukup dengan Rp 50.000.  Gak percaya? Nih, aku kasih ittinary-nya:
Jam 6-9 pagi
pagi-pagi kegiatan yang paling pas adalah berolahraga. Di Pekanbaru, tiap Minggu ada Car Free Day di sepanjang jalan Diponogoro. Nah, kita bisa janjian sama teman buat kesana. Banyak event seru loh di CFD, mulai dari senam, salsa, goyang gang nam style, pokoknya banyak deh tergantung sponsor yang lagi adain acara hari itu. Kita bisa main bola, bawa hewan kesayangan jalan, main skate board, main sepeda, atau sekedar cari jajanan enak. Hehe.. Kan asik, badan sehat bisa seru-seruan pula. Di CFD ini banyak banget jajanan yang bisa dipilih, pokoknya komplit deh. Nah, satu stand yang saya saranin dan biasanya ramai dikerumunin pembeli, adalah ‘tong susu’. Disini kamu bisa menikmati susu segar yang rasanya enak dan gak bikin eneg cukup dengan Rp 6.000 aja. Sehat banget kan, habis olahraga minum susu.


Jam 10-2 siang
Jam segini asiknya rekreasi di alam terbuka, sambil nyari makan siang. Nah, tempat yang pas untuk dikunjungi  adalah Alam Mayang. Di sini banyak banget kegiatan seru yang bisa kamu lakuin diantaranya, piknik leyeh-leyeh diketeduhan, mancing, hunting foto, atau mencoba permainan yang ditawarkan oleh Alam Mayang seperti Karper Ajaib, Banana Boat, Sepeda Air, Safary Train, Playing Fox, Rumah Hantu, Becak, Kereta Naga, Mandi Bola, Balon Loncat, Shooting Target, Tembak Reaksi, Mombom Car, dan masih banyak lagi. Saya saranin kamu dan temen-temen mancing disana habis itu ikannya langsung dibakar dan dinikmati rame-rame. Sambil mancing kita bisa ngobrol ngalur-ngidul atau merenung tentang kehidupan (cieeee...). terus sambil nunggu ikannya matang, kita bisa main layang-layang atau sepak bola. Tapi alat pancing, layang-layang sama bolanya bawa dari rumah ya, soalnya di sini nggak ada yang jual. Kalau udah kenyang bisa tidur-tidur siang diketeduhan pohon sambil dibuai angin semilir. Asik kan, perut kenyang hati senang.
Berapa biaya di alam mayang? Nggak mahal kok, biaya masuk cuma 10.000 dan mancing cuma Rp 20.000 sepuasnya. Kalau perginya rame-rame bareng temen, bisa patungan tu buat biaya ikanya. Hehe..

Jam 2 siang -4 sore
Jam segini matahari lagi terik-teriknya ya, paling pas pergi ketempat yang adem dan ada AC-nya. Di Pekanbaru ada kok tempat yang adem plus gratis buat ngumpul, tempat yang saya maksud adalah pustaka wilayah Pekanbaru, Soeman HS. Ini pustaka termegah se Indonesia loh, jadi so pasti kerenlah fasilitasnya. Pustaka ini recommended banget buat ngumpul dan menghabiskan waktu secara bermanfaat. Buku-buku yang tersedia lengkap banget plus fasilitas-fasilitas penunjang seperti jaringan Wi Fi, Computer buat internetan, ruang diskusi, plus area khusus buat anak-anak yang didesain senyaman mungkin. Kita bisa pake ruang diskusi buat debat soal capres atau apa aja sampai urat pada keluar tanpa mangganggu pengunjung lain, soalnya ruangan keren ini terbuat dari kaca yang kedap suara. Pokoknya walaupun namanya pustaka, tapi nggak ngebosenin dan dijamin asik deh.

Jam 4-6 sore
Sore-sore cuacakan mulai adem tuh, waktunya balik lagi ke udara terbuka. Kita bisa nongkrong di halaman Mesjid Agung An Nur Pekanbaru. Mesjid ini jadi salah satu icon kota Pekanbaru juga, biasanya para pendatang nyempetin diri buat foto-foto di mesjid ini. Halamanya yang luas biasanya dijadiin tempat berolahraga oleh warga Pekanbaru. Tapi karena tadi pagi udah CFD-an, agenda kali ini hunting foto sama duduk-duduk aja deh dibawah pohon sambil ngemil kerupuk opak. Kerupuk opak ini bukan sekedar kerupuk opak loh, tapi diatas kerupuknya ditaburkan mi/bihun goreng dan disiram kuah sate padang. Rasanya gurih dan pas banget untuk cemilan sore. Dengan Rp 5.000 kita udah bisa menikmati kerupuk opak plus minuman gelas.

8-10 malam
Nah, untuk menikmati indahnya suasana malam hari di kota Pekanbaru kita bisa nongkrong di MTQ sambil menikmati jagung bakar. MTQ biasanya rame dikunjungi anak muda untuk ngumpul-ngumpul atau pacaran. Cuma dengan modal nggak sampai Rp 10.000 kita bisa duduk lama-lama di meja yang udah disediain sama pedagangnya dan bebas untuk ketawa ngakak sekeras-kerasnya disini. Nggak ada yang marah, karena suasana MTQ sendiri memang sudah ramai dengan suara kendaraan yang lalu lalang. Menikmati jagung bakar di malam hari memang cara yang paling pas untuk menutup satu hari yang menyenangkan di Pekanbaru.

Tulisan saya kali ini saya ikutin kontes "Fino kemana pun asik/", tontonin video berikut ya...







Rabu, 18 Juni 2014

Tidak Harus Begini dan Begitu

Aq ingin begini
Aq ingin begitu..
Ingin ini..ingin itu..banyak sekali..
Semua..semua..semua..
Harus dikabulkan..
Harus dikabulkan tanpa kantong ajaib...
Sepertinya memang sudah merupakan kodrat manusia memiliki banyak keinginan. Aku punya banyak keinginan, apalagi kalau melihat apa yang dimiliki/dicapai orang lain. Pengen jadi IRT super seperti martha stewart. Pengen jago jahit seperti pemilik blog ‘ladybird’. Pengen jadi ibu super seperti Septi Peni Wulandari. Pengen jadi wanita pekerja keras seperti Merry Riana. Pengen punya bisnis kayak ibu-ibu pembisnis. Pengen liburan terus kayak si anu. Pengen punya rumah sendiri. Pokoknya banyak deh.. Apalagi kalau ngeliat foto-foto keren gaya hidup si anu dan si itu di social media. Wah, pengen juga seperti itu. 
Nah, kalau sudah begitu biasanya saya pelajari apa yg mereka lakukan untuk meraih apa yg telah mereka raih. Contohnya, berkat buku Merry Riana dan baca diskusinya ibu ibu pembisnis, saya sempat berpikir untuk membuat target apa-apa yg ingin saya raih. Yg saya simpulkan, mereka bekerja keras untuk mengejar apa yg mereka cita2kan. Sebagian ibu2 itu tidur 5 jam sehari, malahan ada yg pagi kerja kantoran, terus sore sama malam ngurusin bisnis. Merry Riana sendiri bekerja keras untuk meraih mimpinya (mengumpulkan sejuta dollar) dan menetapkan target yg cukup tinggi setiap harinya.
Maka saya pun sempat membuat daftar to do list yg cukup ambisius dalam sehari untuk mengejar ‘hal2 keren’ tsb. Tp kemudian saya uring-uringan sendiri. Stres mengejar target yg telah ditetapkan. Sebal ketika rencana yg telah diatur rapi, mengalami gangguan. Maka saya pun merenung dan mempertanyakan diri sendiri, apakah hal2 yg sedang saya kejar ini, memang penting untuk dikejar? Apakah dunia ini begitu penting sehingga harus dikejar seambisius itu? Siapa yg menetapkan standar bahagia, standar baik, standar keren? Tanpa sadar, informasi2 yg masuk di kepala kita, kita jadikan standar kebenaran. Kita baru bahagia kalau berlibur, hang out di cafe, nonton bioskop, baca komik. Kita sukses kalau punya bisnis beromset besar, punya mobil, rumah mewah. Kita baru cantik kalau pakai baju terupdate dan memakai ‘hijab’ modis. Apa yg salah dgn diri kita apa adanya? apa yg salah dgn tidak menjadi sama dgn org kebanyakan?
Saya muslim. Standar kebenaran saya adalah agama saya. Dan landasan berpijak saya adalah agama saya. Bagi muslim, untuk menenangkan diri cukup dengan sholat dan mengaji. Tidak harus berlibur kemana2. Pakaian wanita muslim adalah jilbab syar’i, tidak perlu dirubah-rubah. Apakah muslim mulai kehilangan identitasnya? Ketika org lain memiliki rumah dengan sistem riba, saya gak harus ikutan kan? Walaupun entah kapan tabungan terkumpul untuk beli rumah secara tunai. Ketika org lain memulai bisnis dgn modal pinjaman, saya g harus ikutan kan? walaupun entah kapan bisnis saya akan berkembang. Ketika orang lain menambatkan hatinya pada dunia dan mengejar dunia dgn sebagian besar waktunya, saya g harus ikutan kan? saya tidak menyalahkan mereka yg berkerja keras mengejar mimpinya. Tp saya muslim prioritas hidup saya tidak sama dgn mereka.
Saya muslim, saya harus ingat untuk apa saya diciptakan di dunia. Saya diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Bukan mengejar2 kenikmatan dunia. Bukan berarti 24 jam ibadah mulu, tapi ibadah adalah prioritas saya seharusnya. Ibadah bagi seorang wanita seperti saya apalagi kalau bukan mengurus rumah tangga dan anak. Bukan berarti saya tidak berusaha sama sekali. Tapi saya berhenti menentukan target hal-hal yg harus diraih, dan berhenti menambatkan hati saya dgn kesenangan2 dunia. Saya tidak harus mencapai ini dan itu. Saya tidak harus punya ini dan itu. Dan saya tidak harus menjadi ini dan itu. Saya hanya harus melakukan apa yg harus saya lakukan sbg muslim, di setiap kesempatan dan kegiatan.

Saya tidak memiliki hak untuk menentukan apa2 yg harusnya saya miliki. Tugas manusia dan tujuan manusia adalah melakukan usaha. Karena hasil yg dicapai adalah keputusan Allah semata. Maka saya berhenti menargetkan memiliki sesuatu, menjadi sesuatu, mencapai sesuatu. Saya tidak mau hati saya terpaut dan terfitnah dgn perkara dunia. Sekali lagi saya tekankan, bukan berarti saya berhenti berusaha dan berbisnis, saya tetap  lakukan apa yg harus saya lakukan sebagai muslim, sebaik mgkn mengatur antara ibadah dan perkara dunia. Dan saya berusaha seikhlas mungkin menerima semua keputusan Allah.

Kamis, 05 Juni 2014

The Apple of My Eyes


Abi sama bagas lagi tanding liat-liatan, menikmati kebersamaan satu sama lain. Sebab waktu cepat berlari, bagas tak selamanya senang digendong dan abi tak selamanya kuat menggendong. Maka, saat-saat seperti ini penting untuk dikenang. 

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Blog CIMONERS”


Selasa, 03 Juni 2014

HP Pertama dan Ababil (ABG Labil)

Pernah gak kamu berpikir bagaimana bentuk handphone 10 tahun ke depan? Saya pernah. Dalam bayangan saya, HP 10 tahun ke depan udah gak berwujud lagi. Mungkin akan berupa sinar infrared yang ditembakan dari alat yang begitu kecil, tidak berwujud fisik tapi bisa menampilkan wujud tiga dimensi lawan bicara kita dan memiliki segudang fitur untuk social media. Mungkin gak ya? Mungkin aja, toh dalam 10 tahun terakhir HP udah berkembang pesat. Mulai dari jamanya layar hitam putih, jadi full colour kayak sekarang. Mulai dari alat komunikasi doang sampai jadi alat selfie kayak sekarang. Tapi sekarang temanya bukan berandai-andai tentang masa depan, melainkan kembali ke masa lalu.

HP pertama saya, saya beli waktu saya kelas 1 SMA, atau tepatnya 10 tahun yang lalu (wah, ternyata masa ABG ku telah lama berlalu ya, hiks). Waktu itu saya minta dibeliin HP hanya karena semua orang punya. Walaupun sebenarnya saya gak perlu HP, toh jarak sekolah ke rumah cuma 5 menit. Tapi emang dasar ABG yang kurang pede kalau gak samaan dengan orang kebanyakan, saya tetap minta dibelikan HP sama orang tua. Akhirnya proposal diterima, pihak sponsor pun setuju mengucurkan dana.

Jadi, pada suatu hari yang cerah, pergilah saya dan bapak saya ke mall. Saya udah tau HP apa yang saya inginkan, sony erricson T100. Hp ini modelnya cantik deh, tipis kecil terus warnanya putih. Saya beli ini karena saya lihat ini HP yang paling murah di daftar harga toko, kalau gak salah waktu itu 600 ribu.  Yah tau diri juga kan kalau minta sama orang tua.

(sumber:youtube.com)
Tiap saya bangun tidur pasti HP yang pertama saya pegang, tapi seperti yang saya tulis sebelumnya, sebenarnya saya gak perlu hp. Jadilah hp itu saya gunakan untuk hal yang gak penting sedunia, telponin radio. Mulai dari request lagu, kirim salam gak jelas, sampai ikutan cumi (curhat di malam hari, haha). Satu kalimat di radio yang cukup sering saya dengar dan saya ingat sampai sekarang, “kirim salam ya sama penelpon sebelumnya”. Norak? Emang! Namanya juga ABG, jadi kalo sekarang ngeliat ABG alay, ya woles aja, kita dulu juga gitu kok.

Waktu itu saya juga baru dikenalkan dengan chatting via MIRC oleh teman saya. Saya kasih gambaran dikit ya soal chattingan ini. Biasanya nama yang digunain oleh peserta adalah nama samaran seperti  bad boy 17, cewek iseng, dan yang lumayan sering ‘coker’ singkatan dari cowok keren (biasanya sih bohong, mana ada orang yang emang keren ngaku-ngaku keren). Kalimat pembuka chattingnya biasanya,”ASL (age-sex-location / umur-jenis kelamin-lokasi) plisss”. Pokoknya isinya orang-orang gak jelas deh. Gak penting banget ya, kenalan sama orang-orang gak jelas kayak gitu. Tapi saya ikut-ikut aja diajakin sama teman. Lagi-lagi pembelaan saya cuma satu, namanya juga ABG.

Karena kebodohan masa ABG saya itu, saya tanpa ragu memberikan nomer HP saya sama beberapa kenalan. Bahkan sampai ketemuan pula. Untungnya saya gak mengalami kejadian-kejadian serem kayak di berita-berita. Duh, kalau ada tipe-x buat masa lalu, saya tipe-x deh. Pokoknya pesan saya buat para ABG, jangan deh kenalan sama orang dari media gak jelas, terus ketemuan sendiri pula. Percaya deh kata-kata tante kakak, itu semua cuma buang-buang waktu. Terus apa pelajaran yang saya dapat dari HP pertama saya? Anak saya harus punya alasan yang lebih kuat daripada ‘karena-semua-temen-punya’ untuk meminta dibeliin HP sama saya. Alasanya, Because mommy knows best  :)