Minggu, 11 Mei 2014

Lagoi,Where My Heart Belongs

Angin yang tak henti-hentinya berhembus, mengeringkan pakaian-pakaian kami yang basah terkena air laut. Sejuk dan menghanyutkan. Angin pantai selalu manjur membuat gembira hatiku, sejak kecil hingga dewasa. Matahari bersinar tak membuat kami kepanasan dan menghentikan aktivitas kami berkejar-kejaran dengan ombak ataupun memunguti kerang. Saya dan sepupu saya membiarkan tubuh kami diterjang ombak-ombak kecil.
Sesekali kami berlari ke tempat orang tua kami yang asik mengobrol diketeduhan pohon. Di atas tikar tersedia nasi dengan lauk pauk lengkap, air kelapa, dan makanan yang wajib ada kalau ke pantai,otak-otak. Biasanya, kami akan berkejar-kejaran menuju tikar dan makan otak-otak dengan rakusnya. Tau gak apa itu otak-otak? Otak-otak itu, adonan ikan yang dibungkus daun kelapa terus di bakar. Rasanya? Top markotop! Biasanya yang bikin orang cina, dan emang otak-otak bikinan orang cina yang enak.

sumber:justtryandtaste.com
Rasanya nyaman dan hepi banget kalo inget suasana itu. Kebebasan masa kanak-kanak. Duduk di tikar dengan baju basah, menikmati suasana akrab kekeluargaan ditemani indahnya pemandangan pantai lagoi.


www.gosumatra.com
Pasirnya putih, airnya biru..bisa bayangin kan keindahanya?
Pantai lagoi terletak di kepulauan Riau tepatnya di Tanjung Pimang. Untuk kesana, cukup mengendarai mobil lebih kurang dua jam dari Tanjung Pinang. Begitu menginjakan kaki  di pantai Lagoi, kita akan disuguhi pemandangan yang cantik banget diiringi suara ombak yang menentramkan jiwa.

Pantai yang airnya biru dan pasirnya putih memang banyak, tapi yang punya kenangan kehangatan keluarga dan asiknya masa kecil bagi saya y cuma pantai ini. Udah lama banget sejak terakhir saya kesini, kelas 1 SMA kalo gak salah. Sekarang sepupu udah pada gede, gak bisa lagi kejar-kejaran. Tapi suatu saat saya akan balik lagi, dengan keluarga kecil saya. Biar bagas punya kenangan manis soal pantai ini seperti saya. Insya Allah.